My Mother, My Hero…
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya menjalani hidup sebagai seorang ibu. Ibu..sosok yang selalu aku bayangkan sebagai sosok malaikat pelindung untuk buah hatinya. Hingga akhirnya aku tiba di titik ini, titik dimana aku harus berjuang melahirkan sosok mungil yang selama 9bulan selalu menemaniku mengarungi hari.
Lelaki, sehat dan sempurna.
Rasanya ketiga kata sederhana itu merupakan salah satu kado terindah untukku selama hidup. Tidak lagi terpikirkan apakah hidungnya mancung, matanya indah dll. Rasanya, hanya dengan anugerah sederhana tersebut, membuat ku berlinangan airmata. Dan kupikir wanita lain yang dianugerahi amanah untuk menjadi seorang ibu, akan merasakan hal yang sama.
Melihat jemari kecilnya yang aktif menggapai kesana kemari, terpikirkan jauh dalam benak seorang ibu, bagaimanakah dengan pendidikannya kelak. Begitu juga melihat kilau matanya yang menyiratkan kepolosan tanpa dosa, menggugah hati seorang ibu terhadap masa depannya kelak. Senyum yang sering dilontarkan dengan tulus kepada ibu, membuat seorang ibu betapa ingin selalu melihatnya bahagia. Dan disitulah aku tersadar, bahwa aku juga seorang ibu.
Dan dari situ pulalah, aku tersadar bahwa perjuangan hidup masih panjang. Perjuangan ini aku tau tidak akan mudah, namun aku juga percaya, dengan tangan kecil yang jemari nya menggenggam tanganku, perjuangan itu akan terasa sebagai petualangan yang menyenangkan.
Dan aku saat ini, detik ini, sangat merindukan mama ku dan sangat ingin memeluknya.

